Showing posts with label Kesmas. Show all posts
Showing posts with label Kesmas. Show all posts

07 June 2016

Pengertian Kehumasan, tugas dan fungsi humas, Kegiatan Hubungan Masyarakat (Publik relations), Peranan Petugas Humas, Unsur-unsur Media Komunikasi Humas, Struktur dan Ciri Media Komunikasi yang Dipergunakan Humas, Teknik dan Cara Pemilihan Media Komunikasi yang Sesuai dengan Lingkungan Humas.

TUGAS
 KEHUMASAN

OLEH
DITA ANUGRAH PRATIWI
J1A112049

PEMINATAN PROMOSI KESEHATAN
JURUSAN KESEHATAN MASYARAKAT
FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS HALU OLEO
2015

BAB I
PENDAHULUAN
  1. Latar Belakang
Hubungan masyarakat atau Public Relations adalah suatu usaha yang sengaja dilakukan, direncanakan secara berkesinambungan untuk menciptakan saling pengertian antara sebuah lembaga/institusi dengan masyarakat. Humas (PR) adalah sebuah seni sekaligus ilmu sosial dalam menganalisa kecenderungan, meramalkan konsekuensinya, memberikan pengarahan kepada pimpinan institusi/lembaga dan melaksanakan program-program terencana yang dapat memenuhi kepentingan baik institusi maupun lembaga tersebut maupun masyarakat yang terkait.
Public Relations (PR) merupakan fungsi manajemen untuk mencapai target tertentu yang sebelumnya harus mempunyai program kerja yang jelas dan rinci, mencari fakta, merencanakan, mengkomunikasikan, hingga mengevaluasi hasil-hasil apa yang telah dicapainya. Public relation atau hubungan masyarakat masih merupakan bidang baru terutama di Indonesia. Lahirnya public relations seperti yang dipraktekan sekarang ialah karena adanya kemajuan-kemajuan dalam berbagai macam bidang itu. Kemajuan yang sekaligus merupakan juga kekuatan-kekuatan dalam masyarakat, memisahkan manusia kedalam berbagai kelompok atau golongan, yang masing-masing mempunyai tujuan sendiri dan berusaha untuk mencapai tujuan itu dengan sebaik-baiknya.
Memasuki era globalisasi saat ini, semakin berkembang trend dan teknologi yang ada di dalam masyarakat. Dalam peredarannya teknologi yang semakin canggih diciptakan dengan sasaran masyarakat umum bukanlah hal yang tidak sukar. Pengetahuan masyarakat dalam berfikir untuk membedakan produk terbaik dan sebaliknya semakin peka. Sebagian besar mampu dengan teliti memilah perusahaan mana yang terpercaya kualitas dalam menghasilkan sebuah produk. Misalnya saja dalam sebuah perusahaan yang mengeluarkan produk terbaru untuk disebarluaskan kepada masyarakat awan diperlukannya sebuah teknik promosi yang tepat. Kegiatan promosi inilah dikaitkan kepada bidang kehumasan. Yakni, seni menciptakan pengertian publik yang lebih baik sehingga dapat memperdalam kepercayaan publik terhadap suatu individu/ organisasi. 

  1. Rumusan Masalah
  1. Apa pengertian kehumasan? 
  2. Apa tugas dan fungsi humas? 
  3. Apa Kegiatan Hubungan Masyarakat (Publik relations)?
  4. Bagaimana Peranan Petugas Humas?
  5. Apa Unsur-unsur Media Komunikasi Humas?
  6. Bagaimana Struktur dan Ciri Media Komunikasi yang Dipergunakan Humas?
  7. Bagaimana Teknik dan Cara Pemilihan Media Komunikasi yang Sesuai dengan Lingkungan Humas?

  1. Tujuan dan Manfaat
  1. Untuk mengetahui pengertian kehumasan
  2. Untuk mengetahui tugas dan fungsi humas 
  3. Untuk mengetahui Kegiatan Hubungan Masyarakat (Publik relations)
  4. Untuk mengetahui Peranan Petugas Humas
  5. Untuk mengetahui Unsur-unsur Media Komunikasi Humas
  6. Untuk mengetahui Struktur dan Ciri Media Komunikasi yang Dipergunakan Humas
  7. Untuk mengetahui Teknik dan Cara Pemilihan Media Komunikasi yang Sesuai dengan Lingkungan Humas

TUGAS CURRENT ISSUE, MUCH MODEL, PROGRAM “KAMI MUDA, KAMI BENCI ROKOK”

TUGAS CURRENT ISSUE 
MUCH MODEL 
PROGRAM “KAMI MUDA, KAMI BENCI ROKOK”

I-V PHASE STEPS
GOALS SELECTION, EVALUATION

PENDAHULUAN
Masalah kesehatan yang masih menjadi salah satu masalah yang perlu diperhatikan di Indonesia adalah kebiasaan merokok. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar tahun 2013, diperoleh bahwa proporsi penduduk > 15 tahun yang mengonsumsi tembakau hisap dan kunyah di Indonesia pada tahun 2007 yaitu 34,2% lalu meningkat pada tahun 2010 yaitu 34,7% dan pada tahun 2013 yaitu 36,3%. Hal ini berarti terjadi peningkatan pengonsumsian tembakau baik hisap maupun kunyah sejak tahun 2007 hingga tahun 2013.
Selain itu, kebiasaan merokok di Indonesia sudah hampir menyentuh semua kelompok umur, berdasarkan data diperhatikan di Indonesia adalah kebiasaan merokok. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar tahun 2013, diperoleh bahwa perokok ada di rentang usia 10 tahun hingga 65+ tahun, baik itu perokok laki-laki maupu perokok perempuan. Jika dilihat berdasarkan tingkat pendidikan, maka perokok hadir dari berbagai tingkat pengetahuan, ada yang berpendidikan tidak tamat SD, tamat SD, SLTP, SLTA hingga yang berpendidikan tamat D1-D3/PT. selanjutnya, perokok juga datang dari berbagai jenis pekerjaan, dari yang tidak bekerja dengan proporsi yaitu 9,9%, kemudian pegawai 41,0 %, wiraswasta 46,3%, petani/nelayan/buruh 51,3% dan lainnya sebanyak 38,3%.
Hal ini sangat mengkhawatirkan, mengingat dampak yang ditimbulkan dari perilaku merokok yang begitu banyak dan merugikan kesehatan manusia. Semakin awal seseorang mulai untuk merokok maka semakin beresiko pula seseorang tersebut terkena penyakit. Rokok merupakan faktor resiko penyumbang terbesar dari berbagai penyakit tidak menular, yang saat ini terus mengalami peningkatan di Indonesia. Jika dilihat dari data Riskesdas tersebut, bahwa terjadi peningkatan proporsi perokok aktif pada tahun 2013, maka proporsi perokok pasif juga akan turut meningkat. Perilaku merokok tersebut yang kian hari makin meningkat, didasari oleh ketidaktahuan dan minimnya pengetahuan yang dimiliki oleh masyarakat tentang bahaya merokok. Pengetahuan yang cukup perlu diberikan kepada para remaja sejak dini, mengingat data perokok yang sudah menyentuh hamper semua lapisan umur. Bertitik tolak dari data diatas, maka diperlukan program untuk mengatasi hal tersebut. Oleh karena itu, penulis membuat Match Model program “Kami Muda, Kami Benci Rokok”.

PROGRAM “KAMI MUDA, KAMI BENCI ROKOK”
PHASE1 STEP : GOALS SELECTION
-          Delay Onset : Menurunkan presentase remaja (usia 15-18 tahun) yang merokok hingga 50% dalam jangka waktu 1 tahun.

22 May 2015

Makalah Gangguan-gangguan Selama Kehamilan


GANGGUAN-GANGGUAN KEHAMILAN

UNTUK MEMENUHI TUGAS MATA KULIAH
KESEHATAN IBU DAN ANAK

OLEH
DITA ANUGRAH PRATIWI
J1A1 12 049

JURUSAN KESEHATAN MASYARAKAT
FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS HALU OLEO
KENDARI

2014

BAB I
PENDAHULUAN

1.1     Latar Belakang
Kehamilan merupakan suatu proses yang dialami oleh seluruh wanita di dunia. Dalam melewati proses kehamilan seorang wanita harus mendapat penatalaksanaan yang benar. Karena ini semua berpengaruh terhadap morbiditas dan mortalitas itu. Ini terbukti dengan angka kematian yang tinggi di negara Indonesia. Dengan keadaan tersebut memberi support dan memacu untuk memberikan penatalaksanaan yang benar saat kehamilan.
Kehamilan adalah peristiwa alamiah, yang akan dialami oleh seluruh ibu yang mengharapkan anak. Namun demikian setiap kehamilan perlu perhatian khusus, untuk mencegah dan mengetahui penyakit-penyakit yang dijumpai pada persalinan, baik penyakit komplikasi dan lain-lain.
Pada umumnya kehamilan berkembang dengan normal dan menghasilkan kehamilan sesuai dengan yang diharapkan. Oleh karena itu pelayanan antenatal care merupakan cara penting untuk memonitor dan mendukung kesehatan ibu hamil dan mendeteksi adanya kehamilan resiko tinggi. Dengan adanya antenatal care sebagai deteksi dini adanya kehamilan yang beresiko tinngi sebagai salah satu penyebab kematian ibu hamil, sehingga antenatal care diharapkan dapat mengurangi angka kematian ibu.
Ibu hamil tersebut harus sering dikunjungi jika terdapat masalah dan hendaknya disarankan untuk menemui petugas kesehatan bila merasakan tanda-tanda kehamilan. Untuk itu ibu hamil terutama trimester ini untuk lebih sering memeriksakan diri sejak dini dengan tujuan untuk mengurangi penyulit saat inpartu.
Untuk itulah tenaga kesehatan dituntut untuk memberikan pelayanan obstetrik dan neonatal, khususnya bidan harus mampu dan teerampil memeberikan pelayanan sesuai dengan standart yang diterapkan.

Makalah Pengertian, Eetiologi, Gejela, Patofisiologi, Manifestasi Klinik, Penanganan, Upaya Pencegahan Marasmus

GIZI KESEHATAN MASYARAKAT
MARASMUS
OLEH
DITA ANUGRAH PRATIWI
J1A112049
KELAS A
 JURUSAN KESEHATAN MASYARAKAT
FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS HALU OLEO
2014

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Ilmu Gizi (Nutrition Science) adalah ilmu yang mempelajari hal ikhwal tentang makanan dan dikaitkan dengan kesehatan tubuh. Seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan, aspek ilmu gizi semakin berkembang pesat dan berperan penting dalam pengembangan sumberdaya manusia yang semakin diakui. Cakupan ilmu gizi sangat luas, termasuk teori dan penerapan yang melibatkan hampir seluruh fakor kehidupan demi menyelesaikan masalah gizi yang semakin kompleks pula. Dari segi kesehatan, masalah gizi di negara berkembang seperti di Indonesia hingga kini memerlukan peningkatan demi pemenuhan zat gizi bagi seluruh masyarakat. Melalui kegiatan peningkatan dan pemenuhan kualitas gizi tersebut, maka akan menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas, tangguh, mandiri, dan kontributif dalam memberikan berbagai upaya pengembangan ilmu dan pelayanan kesehatan di berbagai bidang, termasuk bidang gizi sehingga dapat menyelesaikan permasalahan kesehatan di masyarakat, khususnya menyelasaikan masalah marasmus yang terjadi di beberapa daerah pada suatu Negara berkembang. Selain kegiatan peningkatan dan pemenuhan kualitas gizi, terdapat lain yang harus dilakukan untuk menyelesaikan Pemberian pendidikan dasar ilmu gizi sangat penting bagi masyarakat, terlebih bagi pelaku kegiatan pencegahan dan peningkatan derajat kesehatan. Gizi buruk merupakan kondisi kurang gizi yang disebabkan rendahnya konsumsi energi dan protein (KEP) dalam makanan sehari-hari. Secara klinis gizi buruk terdapat dalam tiga tipe yakni kwashiorkor, marasmus, dan marasmus-kwashiorkor
Kurang Energi Protein (KEP) merupakan salah satu penyakit gangguan gizi yang disebabkan oleh kekurangan energi maupun protein dalam proporsi yang berbeda-beda, pada derajat yang ringan sampai berat. Kurang kalori protein merupakan salah satu masalah gizi masyarakat yang utama diIndonesia. Upaya untuk meningkatkan keadaan gizi masyarakat telah dilaksanakan melalui berbagai program perbaikan gizi oleh Departemen Kesehatan bekerja sama dengan masyarakat. Marasmus sering berhubungan dengan keadaan kepadatan penduduk dan higiene yang kurang di daerah perkotaan yang sedang membangun dan serta terjadinya krisis ekonomi di lndonesia.

1.2 Rumusan masalah
Bertitik tolak dari latar belakang diatas, dapat dirumuskan masalah sebagai berikut :

07 January 2014

Makalah Lengkap Filariasis (Kaki Gajah) : Aspek Epidemiologi dan Penanggulangannya


Parasit ENTAMOEBA HISTOLYTICA : Klasifikasi ilmiah, daur hidup, morfologi, penyakit, epidemiologi, diagnosis, pencegahan.


MAKALAH PENGORGANISASIAN PELAYANAN KESEHATAN : PUSKESMAS

BAB I
PENDAHULUAN

1. LATAR BELAKANG

Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan. Setiap dekade fungsi puskesmas terus berkembang yang semula sebagai tempat untuk pengobatan penyakit dan luka-luka kini berkembang kearah kesatuan upaya pelayanan untuk seluruh masyarakat yang mencakup aspek promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif. Pusat Kesehatan Masyarakat adalah satu kesatuan organisasi fungsionil yanglangsung memberikan pelayanan secara menyeluruh kepada masyarakat dalam suatuwilayah kerja tertentu dalam bentuk usaha-usaha kesehatan pokok (Azwar, 1999).

Di Indonesia Pusat Kesehatan Masyarakat merupakan tulang punggung pelayanankesehatan tingkat pertama dengan wilayah kerja tingkat kecamatan atau pada suatudaerah dengan jumlah penduduk 30.000 - 50.000 jiwa (Entjang, 2000).Puskesmas adalahsalah satu alternatif utama dalam pemilihan pelayanan kesehatan, tetapi sampai saat inipemanfaatan pelayanan puskesmas masih rendah.

14 October 2013

MAKALAH HUBUNGAN DOKTER DAN PASIEN - Sosiologi dan Antropologi Kesehatan

BAB I
PENDAHULUAN

1.1              Latar Belakang
            Dalam era global yang terjadi waktu ini, profesi kedokteran merupakan salah satu profesi yang mendapatkan sorotan masyarakat. Masyarakat banyak yang menyoroti profesi dokter, baik sorotan yang disampaikan secara langsung ke Ikatan Dokter Indonesia sebagai induk organisasi para dokter, maupun yang disiarkan melalui media cetak maupun media elektronik.
            Sebenarnya sorotan masyarakat terhadap profesi dokter merupakan satu pertanda bahwa saat ini sebagian masyarakat belum puas terhadap pelayanan medis dan pengabdian profesi dokter di masyarakat. Pada umumnya ketidakpuasan para pasien dan keluarga pasien terhadap pelayanan dokter karena harapannya yang tidak dapat dipenuhi oleh para dokter, atau dengan kata lain terdapat kesenjangan antara harapan dan kenyataan yang didapatkan oleh pasien.
             Memperoleh pelayanan kesehatan adalah hak asasi setiap manusia. Pemerintah menyadari rakyat yang sehat merupakan aset dan tujuan utama dalam mencapai masyarakat adil makmur. Penyelenggaraan upaya kesehatan dilakukan secara serasi dan seimbang oleh pemerintah dan masyarakat termasuk swasta. Agar penyelenggaraan upaya kesehatan itu berhasil guna dan berdaya guna, maka pemerintah perlu mengatur, membina dan mengawasi baik upayanya maupun sumber dayanya.

11 September 2013

17 Ruang Lingkup Kesehatan Lingkungan dan Penjelasannya

Menurut World Health Organization (WHO) terdapat 17 ruang lingkup kesehatan lingkungan, yaitu :

1.      PENYEDIAAN AIR MINUM

            Air adalah zat atau materi atau unsur yang penting bagi semua bentuk kehidupan yang diketahui sampai saat ini di bumi, tetapi tidak di planet lain. Air menutupi hampir 71% permukaan bumi. Terdapat 1,4 triliun kilometer kubik (330 juta mil³) tersedia di bumi. Air sebagian besar terdapat di laut (air asin) dan pada lapisan-lapisan es (di kutub dan puncak-puncak gunung), akan tetapi juga dapat hadir sebagai awan, hujan, sungai, muka air tawar, danau, uap air, dan lautan es. Air dalam obyek-obyek tersebut bergerak mengikuti suatu siklus air, yaitu: melalui penguapan, hujan, dan aliran air di atas permukaan tanah (runoff, meliputi mata air, sungai, muara) menuju laut. Air bersih penting bagi kehidupan manusia.
            Penyediaan air bersih untuk masyarakat mempunyai peranan yang sangat penting dalam meningkatkan kesehatan lingkungan atau masyarakat, yakni mempunyai peranan dalam menurunkan angka penderita penyakit, khususnya yang berhubungan dengan air, dan berperan dalam meningkatkan standar atau taraf/kualitas hidup masyarakat.

14 July 2013

Saluran Komunikasi Dalam Organisasi

Saluran-saluran komunikasi formal ditentukan oleh struktur organisasi atau ditunjukkan oleh berbagai sarana formal lainnya.Tipe saluran-saluran dasar komunikasi adalah vertikal, lateral dan diagonal.

1.Komunikasi Vertikal

Komunikasi vertikal terdiri atas komunikasi ke atas dan ke bawah sesuai rantai perintah.Komunikasi ke bawah (down ward communication) dimulai dari manajemen puncak kemudian mengalir ke bawah melalui tingkatan-tingkatan manajemen sampai ke karyawan lini dan personalia paling bawah.Maksud utama komunikasi ke bawah adalah untuk memberi pengarahan, informasi, instruksi, nasehat/saran dan penilaian kepada bawahan serta memberikan informasi kepada para anggota organisasi tentang tujuan dan kebijaksanaan organisasi.

Fungsi Komunikasi Dalam Organisasi

Dalam suatu organisasi baik yang berorientasi komersial maupun sosial, komunikasi dalam organisasi atau lembaga tersebut akan melibatkan empat fungsi, yaitu:

A. Fungsi informatif

Organisasi dapat dipandang sebagai suatu sistem pemprosesan informasi (information-processing system).Maksudnya, seluruh anggota dalam suatu organisasi berharap dapat memperoleh informasi yang lebih banyak, lebih baik dan tepat waktu.

Informasi yang didapat memungkinkan setiap anggota organisasi dapat melaksanakan pekerjaannya secara lebih pasti informasi pada dasarnya dibutuhkan oleh semua orang yang mempunyai perbedaan kedudukan dalam suatu organisasi.Orang-orang dalam tataran manajemen membutuhkan informasi untuk membuat suatu kebijakan organisasi ataupun guna mengatasi konflik yang terjadi di dalam organisasi.Sedangkan karyawan (bawahan) membutuhkan informasi tentang jaminan keamanan, jaminan sosial dan kesehatan, izin cuti dan sebagainya.

Definisi dan Pengertian Komunikasi Menurut Para Ahli


1. Menurut professor Wilbur Schramm dalam Cangara (2004:1) mengatakan tanpa komunikasi , tidak mungkin terbentuk suatu masyarakat. Sebaliknya tanpa masyarakat, manusia tidak mungkin dapat mengembangkan komunikasi. Berkomunikasi dengan baik akan member pengaruh langsung terhadap struktur keseimbangan seseorang dalam masyarakat, apakah ia seorang dokter, dosen, manajer dan sebagainya.

2. Menurut Everett M rogers, seorang pakar sosiologi Pedesaan Amerika membuat definisi “Komunikasi adalah suatu proses dimana dua orang atau lebih membentuk atau melakukan pertukaran informasi terhadap satu sama lain yang pada gilirannya akan tiba saling pengertian” (Rogers dan Kincaid dalam Cangara, 2004;19).

Hal-hal yang masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia

Masalah kesehatan di Indonesia saat ini masig begitu banyak dan beragam, masih banyak program yang belum terlaksana dengan baik, hal itu dapat terjadi karena berbagai hambatan, yaitu :

· Persebaran Tenaga Kesehatan yang Tidak Merata

Jika dilihat dari sumber daya yang ada, jumlah tenaga kesehatan yang diperlukan, baik yang bergerak di bidang promotif, preventif, kuratif, maupun rehabilitatif masih banyak yang terpusat di kota-kota besar saja. Meskipun jumlah tenaga kesehatan sudah mencukupi, namun persebarannya kurang merata. Terutama didaerah-daerah terpencil, tertinggal, perbatasan dan kepulauan.

Ruang Lingkup Kesehatan Lingkungan dan Penjelasannya

Menurut World Health Organization (WHO) terdapat 17 ruang lingkup kesehatan lingkungan, yaitu :

1. PENYEDIAAN AIR MINUM

Air adalah zat atau materi atau unsur yang penting bagi semua bentuk kehidupan yang diketahui sampai saat ini di bumi, tetapi tidak di planet lain. Air menutupi hampir 71% permukaan bumi. Terdapat 1,4 triliun kilometer kubik (330 juta mil³) tersedia di bumi. Air sebagian besar terdapat di laut (air asin) dan pada lapisan-lapisan es (di kutub dan puncak-puncak gunung), akan tetapi juga dapat hadir sebagai awan, hujan, sungai, muka air tawar, danau, uap air, dan lautan es. Air dalam obyek-obyek tersebut bergerak mengikuti suatu siklus air, yaitu: melalui penguapan, hujan, dan aliran air di atas permukaan tanah (runoff, meliputi mata air, sungai, muara) menuju laut. Air bersih penting bagi kehidupan manusia.

Contoh Yel-yel MOS/OSPEK Part 2


Masa Orientasi Siswa atau lebih dikenal dengan MOS diadakan hampir disetiap sekolah SMP maupun SMA di Indonesia. MOS dijadikan sebagai ajang kreatifitas dan pembelajaran bagi siswa-siswi baru untuk beradaptasi dengan lingkungan belajar yang baru. MOS tidak dijadikan sebagai ajang kekerasan, tapi sebagai wadah untuk mengenalkan lingkungan sekolah, guru, dan suasana disekolah yang baru melalui kreatifitas yang kuat. MOS juga identik dengan yel-yel.. :) berikut beberapa contoh yel-yel MOS.
Lagu Tepuk Tangan

19 May 2013

Mengenal Arti Kode Pada Kemasan Plastik



Plastik mempunyai peran yang sangat penting dalam kehidupan manusia, namun dibalik manfaatnya tersimpan bahaya yang mengancam kesehatan manusia. Saat ini, sebagian masyarakat mengabaikan masalah kemasan plastik pada suatu produk makanan ataupun minuman. Banyak yang tidak mengetahui kalau saja kemasan plastic itu memiliki sifat dan karakteristik yang berbeda-beda. Jika penggunaannya tidak sesuai dengan produk pangan yang tepat, maka tentu saja akan sangat berbahaya bagi kesehatan penggunanya.

Dibawah ini adalah penjelasan tentang berbagai macam jenis plastic dan kode yang biasa tertera dibawah/belakang kemasan plastic, sebagai berikut :

02 March 2013

UKURAN-UKURAN EPIDEMIOLOGI

1. UKURAN MORBIDITAS
Ukuran atau angka morbiditas adalah jumlah penderita yang dicatat selama 1 tahun per 1000 jumlah penduduk pertengahan tahun
Angka ini dapat digunakan untuk menggambarakan keadaan kesehatan secara umum, mengetahui keberahasilan program program pemberantasan penyakit, dan sanitasi lingkungan serta memperoleh gambaran pengetahuan pendudukterhadap pelayanan kesehatan
Secara umum ukuran yang banyak digunakan dalam menentukan morbiditas adalah angka, rasio, dan pororsi

DINAMIKA PENULARAN PENYAKIT DAN AGENT

Dinamika penularan penyakit merupakan suatu proses transmisi (perpindahan) penyakit dari sumber (resource) penular atau sering disebut dengan reservoar ke reservoar lainnya. Manusia sebagai reservoar adalah penyakit yang berasal dari manusia yang sedang mengalami infeksi dan dapat berupa hanya sebagai pembawa (carrier). Penularan penyakit didukung dengan keberadaan agen (penyebab penyakit) dan lingkungan.

Ruang lingkup bahasan dinamika penularan penyakit akan membahas beberapa aspek, antara lain:

Studi Pendekatan Epidemiologi Deskriptif

Epidemiologi deskriptif adalah studi pendekatan epidemiologi yang bertujuan untuk menggambarkan masalah kesehatan yang terdapat di dalam masyarakat dengan menentukan frekuensi, distribusi dan determinan penyakit berdasarkan atribut & variabel menurut segitiga epidemiologi (orang, Tempat, dan Waktu).

Studi Deskriptif disebut juga studi prevalensi atau studi pendahuluan dari studi analitik yang dapat dilakukan suatu saat atau suatu periode tertentu. Jika studi ini ditujukan kepada sekelompok masyarakat tertentu yang mempunyai masalah kesehatan maka disebutlah studi kasus tetapi jika ditujukan untuk pengamatan secara berkelanjutan maka disebutlah dengan surveilans serta bila ditujukan untuk menganalisa faktor penyebab atau risiko maupun akibatnya maka disebut dengan studi potong lintang atau cross sectional.

TRIAS EPIDEMIOLOGI DAN VARIABEL


Trias epidemiologi atau segitiga epidemiologi adalah suatu konsep dasar epidemiologi yang menggambarkan tentang hubungan tiga faktor utama yang berperan dalam terjadinya penyakit dan masalah kesehatan lainnya. Tiga faktor tersebut adalah host (penjamu),agent (agen, faktor penyebab), dan environment (lingkungan).

Host adalah manusia atau makhluk hidup lainnya, termasuk burung dan antropoda yang menjadi tempat terjadinya proses alamiah perkembangan pernyakit. Yang termasuk dalam faktor penjamu, yaitu usia, jenis kelamin, ras/etnik, anatomi tubuh, status gizi, sosial ekonomi, status perkawinan, penyakit terdahulu, life style, hereditas, nutrisi, dan imunitas. Faktor-faktor ini mempengaruhi risiko untuk terpapar sumber infeksi serta kerentanan dan resistensi manusia terhadap suatu penyakit atau infeksi.